Sabtu, 04 Oktober 2025

Produk Pisang Mentah dari Waiwadan Siap Dikapalkan ke Sulawesi, Jadi Komoditas Andalan Petani

Foto: Ama Sinu

Aktivitas perdagangan hasil pertanian kembali menggeliat di Pasar Waiwadan. Komoditas pisang mentah dari para petani lokal kini menjadi salah satu produk unggulan yang siap dikapalkan ke luar provinsi, khususnya ke wilayah Sulawesi. Permintaan pasar yang terus meningkat membuat perdagangan pisang di kawasan tersebut semakin ramai, terutama pada hari pasar setiap Rabu dan Sabtu.
Pisang-pisang tersebut dibeli langsung dari petani oleh para pengepul dan pedagang antarpulau yang datang ke Pasar Waiwadan. Setelah dikumpulkan, hasil pertanian itu selanjutnya dipersiapkan untuk dikirim menggunakan jalur laut menuju Sulawesi.
Salah satu jenis pisang yang paling banyak diminati adalah pisang kepok. Jenis pisang ini dikenal cocok digunakan sebagai bahan gorengan karena teksturnya padat dan rasanya khas. Tidak heran jika permintaan dari luar daerah terus meningkat, terutama untuk kebutuhan usaha kuliner dan perdagangan di Sulawesi.
Seorang pedagang di Pasar Waiwadan mengatakan bahwa kualitas pisang dari wilayah setempat cukup baik dan memiliki daya tahan selama perjalanan pengiriman antarpulau.
“Pisang kepok paling banyak dicari. Biasanya dipakai untuk gorengan. Kami beli langsung dari petani saat hari pasar, lalu dikumpulkan untuk dikirim ke Sulawesi,” ujarnya.
Aktivitas perdagangan ini tidak hanya membuka peluang pasar bagi petani lokal, tetapi juga membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Banyak petani kini mulai menjadikan pisang sebagai salah satu tanaman yang bernilai jual tinggi selain komoditas pertanian lainnya.
Menariknya, kapal-kapal yang membawa pisang mentah ke Sulawesi tidak kembali dalam keadaan kosong. Dari Sulawesi, para pedagang membawa masuk beras untuk dipasarkan kembali di wilayah Flores dan sekitarnya. Pola perdagangan timbal balik ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi bagian penting dari hubungan ekonomi antardaerah.

Sabtu, 06 Mei 2023

Siap Bangun 2 RKB SMP Satap Lamawolo, Petugas Lakukan Survei Lokasi

Foto: Soge Egos

Foto: Soge Egos
Rencana pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) untuk SMP Satu Atap (Satap) Lamawolo mulai menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah petugas dan tim teknis terlihat melakukan survei lokasi pembangunan di lingkungan sekolah guna memastikan kesiapan lahan dan kondisi teknis sebelum pekerjaan dimulai.
Kegiatan survei tersebut disambut antusias oleh pihak sekolah dan masyarakat setempat. Kehadiran tambahan ruang kelas dinilai sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas.
Dalam survei itu, petugas melakukan pengukuran lahan, pengecekan kondisi tanah, serta meninjau akses menuju lokasi pembangunan. Beberapa titik calon lokasi pembangunan juga diperiksa untuk memastikan posisi bangunan nantinya aman dan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa jumlah siswa yang terus bertambah dari tahun ke tahun membuat kebutuhan ruang belajar menjadi semakin mendesak. Selama ini, proses pembelajaran terpaksa dilakukan dengan pembagian jadwal atau pemanfaatan ruangan secara bergantian karena keterbatasan kelas.
“Kami sangat bersyukur karena pembangunan dua ruang kelas baru mulai diproses. Ini menjadi harapan besar bagi sekolah dan masyarakat,” ungkap salah seorang tenaga pendidik di SMP Satap Lamawolo.
Selain membantu meningkatkan kenyamanan belajar siswa, pembangunan RKB juga diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut. Masyarakat menilai keberadaan fasilitas pendidikan yang memadai sangat penting agar anak-anak desa dapat belajar dengan lebih baik tanpa harus pergi jauh ke wilayah lain.
Warga Lamawolo juga berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai tepat waktu. Mereka siap mendukung pekerjaan pembangunan demi kemajuan pendidikan bagi generasi muda di desa itu.