![]() |
| Foto: Ama Sinu |
Aktivitas perdagangan hasil pertanian kembali menggeliat di Pasar Waiwadan. Komoditas pisang mentah dari para petani lokal kini menjadi salah satu produk unggulan yang siap dikapalkan ke luar provinsi, khususnya ke wilayah Sulawesi. Permintaan pasar yang terus meningkat membuat perdagangan pisang di kawasan tersebut semakin ramai, terutama pada hari pasar setiap Rabu dan Sabtu.
Pisang-pisang tersebut dibeli langsung dari petani oleh para pengepul dan pedagang antarpulau yang datang ke Pasar Waiwadan. Setelah dikumpulkan, hasil pertanian itu selanjutnya dipersiapkan untuk dikirim menggunakan jalur laut menuju Sulawesi.
Salah satu jenis pisang yang paling banyak diminati adalah pisang kepok. Jenis pisang ini dikenal cocok digunakan sebagai bahan gorengan karena teksturnya padat dan rasanya khas. Tidak heran jika permintaan dari luar daerah terus meningkat, terutama untuk kebutuhan usaha kuliner dan perdagangan di Sulawesi.
Seorang pedagang di Pasar Waiwadan mengatakan bahwa kualitas pisang dari wilayah setempat cukup baik dan memiliki daya tahan selama perjalanan pengiriman antarpulau.
“Pisang kepok paling banyak dicari. Biasanya dipakai untuk gorengan. Kami beli langsung dari petani saat hari pasar, lalu dikumpulkan untuk dikirim ke Sulawesi,” ujarnya.
Aktivitas perdagangan ini tidak hanya membuka peluang pasar bagi petani lokal, tetapi juga membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Banyak petani kini mulai menjadikan pisang sebagai salah satu tanaman yang bernilai jual tinggi selain komoditas pertanian lainnya.
Menariknya, kapal-kapal yang membawa pisang mentah ke Sulawesi tidak kembali dalam keadaan kosong. Dari Sulawesi, para pedagang membawa masuk beras untuk dipasarkan kembali di wilayah Flores dan sekitarnya. Pola perdagangan timbal balik ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi bagian penting dari hubungan ekonomi antardaerah.










.jpg)